Indikator Kesuksesan Sebuah Blog
Indikator Kesuksesan Sebuah Blog | Penting atau Tidaknya Tetap Tergantung Pemiliknya
March 21, 2017
Membuat Judul Foto
Membuat Judul Foto | Memberi Tema | Sering Serba Salah Loh!!!
April 5, 2017

Darimana Mulai Belajar Fotografi? | Catatan Pengalaman Saya

Darimana Mulai Belajar Fotografi?

Belajar Fotografi dengan kamera DSLR, mirrorless, saku, prosumer, analog, digital, handphone atau smartphone, seperti penuturan Arbain Rambey fotografer senior, sangat menarik. Bakal ketagihan setidaknya di awal-awal dan akan keracunan alat ketika sudah sedikit mahir.

Ya, karena belajar fotografi adalah proses untuk mendapatkan kepuasan yakni mendapatkan foto yang bagus, menurut ukuran sendiri maupun orang lain. Adanya media seperti facebook dan instagram, memberikan dampak terhadap keinginan kita untuk segera memperlihatkan hasil jepretan dan mendapat apresiasi dari orang lain.

Lantas Darimana Mulai Belajar Fotografi Untuk Menghasilkan Foto Yang Bagus?

Ini catatan saya.

1. Memiliki Kamera

Darimana Mulai Belajar Fotografi?

Pokoknya ada kamera, baik itu kamera DSLR atau lainnya seperti yang saya sebutkan di atas. Tanpa kamera, fotografi itu tidak ada, karena medianya adalah kamera. Apapun jenis dan bentuknya.

Istri saya saat ini kadang menggunakan senjata untuk produk batiknya dengan menggunakan Xiaomi Redmi 3 Pro. Menurut saya ini cukup bagus.

Saat ini harga kamera lebih murah dibanding jaman dulu. Era digital, proses belajarnyapun tanpa biaya membeli film seperti era analog. Menggunakan handphone sudah banyak memiliki kamera yang mumpuni. Jadi tinggal bagaimana kita memperlakukan alat sesuai fungsinya, tahu caranya dan mata kita tajam untuk mendapatkan obyek yang memang layak untuk dipotret.

Bagaimana jika tidak punya kamera? Banyak penyewaan kamera, saat ini hampir tiap (setidaknya) kota besar ada layanan bagi mereka yang membutuhkannya. Kebanyakan waktunya 24 jam. Sebuah solusi terutama yang belum memiliki kamera DSLR, karena mereka hampir tidak ada yang mensyaratkan sudah bisa memotret atau belum.

2. Membaca dengan Tuntas Buku Manualnya

baca tuntas buku manual

Buku manual sebuah kamera sangat penting. Selain memberikan petunjuk berbagai fungsi seperti tombol-tombol dan fitur yang ada, kadang disediakan tips memotret yang baik seperti yang saya temukan di kamera Canon. Memahami ini maka akan lebih mudah untuk belajar lebih lanjut.

Jika buku manual tidak tersedia, seperti kita membeli kamera seken yang tidak ada bukunya, maka tinggal cari di internet kemudian download dari situs resminya.

3. Lakukan Jepretan Pertama

Mangga

Apapun bisa dipotret untuk mendapatkan jepretan pertama. Hasil jepretan tetangga saya ketika mulai tertarik DSLR.

Akan menemukan sensasi tersendiri ketika kita memotret pertama kalinya dengan kamera yang baru dipegang. Sangat indah jika hasilnya bagus, dan akan menjadi sesuatu yang seru jika misalnya halnya tidak memuaskan. Lucu, misalnya. Dan akan menjadi ingatan yang manjur, akan menjadi cerita menjepret pertama kalinya.

4. Pahami Teori Pencahayaan

pelanggan blog

Pencahayaan yang baik akan menghasilkan foto yang sempurna.

Dari sisi pencahayaan, foto yang bagus adalah foto yang tidak terlalu gelap (tidak ada blok hitam yang menutupi objek kecuali memotret kain hitam ha ha atau sering disebut under exposure), dan tidak terlalu terang seperti blok putih (sering disebut over eksposure. Semua sudut terlihat jelas.

Pencahayaan ini ditentukan oleh 3 unsur yakni ISO, Shutter Speed dan Diafragma. Memahami ini berarti lolos.

Cara simpelnya, setting kamera ke Auto, sudah beres. Karena ketika belajar kan pengen buru-buru jepret. Jadi Auto sementara adalah solusi yang paling praktis. Biarkan kamera melakukan pekerjaan ini dan kita memikirkan pekerjaan lainnya.

5. Memahami Cara Memotret Supaya Hasilnya bisa Tajam.

cara motret supaya hasilnya tajam

Foto yang bagus juga diperoleh karena tajamnya objek yang difoto. Istilah memahami fokus dan titik-titiknya ini sangat penting. Sharp kata orang luar mah. Sebenarnya ini yang disampaikan oleh penjual kamera (kebetulan saya membeli kamera DSLR seken dari seorang fotografer di Surabaya) ke saya. Tajam diartikan jelas, tegas, sudut-sudut fokus tidak terlihat blur.

6. Rajin Melihat Foto Orang Lain.

foto orang lain

Banyak foto disekitar kita. Lihat bagus tidaknya dan kemungkinan bagaimana cara dia memotretnya. Jika ada foto yang menarik, tidak ada salahnya mencoba menirunya. Di internet banyak sekali situs yang berisi kumpulan foto keren. Flickr adalah situs yang sangat populer saat ini.

7. Belajar dari Fotografer Yang Sudah Mahir

Buku Belajar Fotografi

Buku yang saya rekomendasikan untuk belajar fotografi.

Boleh kursus, boleh tidak. Tidak ada yang mewajibkan. Tapi belajar itu sangat perlu. Melalui teman yang fotografer, melalui internet dan banyak cara untuk mendapat pengetahuan tentang fotografi.

Melalui buku-buku dan internet, kini banyak bertebaran ilmu tentang fotografi yang mudah kita pahami.

Dan jangan lupa, tidak takut bertanya.

Saya, di blog ini selain akan cerita tentang keseharian membangun web dan blog juga akan cerita tentang hobby saya di dunia fotografi dan pengalaman mempelajarinya. Ikutin terus saja, ya blog ini.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *